Kamis, 18 Agustus 2011

Mengapa Air Laut Berwarna dan Terasa Asin ?


Pengantar Oseanografi

“Mengapa Air Laut Berwarna dan Terasa Asin?”

Oleh :
CYECILIA PICAL
MSP
2009 – 63 – 028

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON
2010


Mengapa Air Laut Tampak Berwarna ?

                Tampaknya berbagai macam warna pada air laut selalu menjadi tanda tanya besar bagi setiap orang yang melihatnya. Hal ini dikarenakan adanya warna Biru, Hijau, dan Merah yang selalu menghiasi air laut padahal jika air laut diletakkan pada sebuah wadah, tidak terdapat warna yang spesial seperti pada laut. Hanya bening, jernih, tak berwarna.

                Peristiwa di atas bukan terjadi tanpa alasan. Tentunya peristiwa  yang terjadi di bumi memiliki alasan. Dan perisristiwa di atas juga memiliki alasan yang dapat dijawab secara ilmiah. Adapun beberapa alasan mengapa air laut tampak berwarna Biru, Hijau, dan Merah, yaitu sebagai berikut :

1.  Penyebab air laut tampak berwarna biru
      a.    Lambatnya rambatan cahaya biru saat cahaya matahari menyentuh air yang jernih.
Ketika matahari memancarkan cahanyanya, cahanya matahari akan menyentuh air yang jernih, cahaya merah dan inframerah terserap dengan cepat sedangkan cahaya biru agak lambat. Menurut Curtiss O. Davis dari Jet Propulsion Laboratory California Institute of Technology, “hanya cahaya biru kehijauan dapat ditransmisikan ke dalam, kemudian ditebarkan, dan ditransmisikan kembali ke luar dari air tanpa diserap.” Pada waktu cahaya mencapai bagian laut dengan kedalaman 10 fathom (kira-kira 18 meter) sebagian besar cahaya merah telah terserap. Lautan mengandung banyak sekali partikel-partikel mulai dari ikan, karang, plankton, dan sebagainya. Ada juga zat organik terlarut yang dalam istilah Jerman disebut gelbstoff. Materi-materi inilah yang menyebabkan penyerapan cahaya matahari sehingga hanya menyisakan warna biru gelap bagi lautan.

      b.    Pengaruh kadar garam yang terkandung dalam laut
Selain itu, kadar garam yang terkandung dalam laut juga mempengaruhi tingkat kebiruan laut. Semakin tinggi kadar garamnya, maka semakin biru laut tersebut.

                                Sebagian orang berpendapat bahwa warna biru pada laut merupakan pantulan dari langit. Namun setelah diteliti, pendapat tersebut sangat tidak mungkin. Tidak mungkin laut yang hanya menerima pantulan cahaya dari langit bisa memiliki warna biru yang lebih tua daripada langit yang memantulkan warna biru tersebut. Bila dilihat, langit berwarna biru muda dan laut berwarna biru tua. Itulah segi ketidakmungkinannya. Namun, jika langit mendung, langit tidak berwarna biru, melainkan berwarna kehitaman. Dan saat terbit dan terbenam matahari, laut juga tidak berwarna biru, melainkan berwarna kemerahan. Dari fakta tersebut disimpulkan bahwa warna langit memberikan andil bagi warna laut, namun kecil sekali.

2.  Penyebab air laut tampak berwarna hijau
                          Air Laut yang tampak berwarna hijau disebabkan karena banyaknya Fitoplankton yang sangat baik untuk menghasilkan cahaya hijau, maka secara umum makin banyak Fitoplankton maka makin hijau penampilan air yang terlihat oleh mata kita.

3.  Penyebab air laut tampak berwarna merah
                        Air laut tampak berwarna merah karena pengaruh warna merah yang dihasilkan pada ganggang. Hal itu disebabkan karena bakteri Trichodesmium erythraeum yang berkembang. Selain itu ada juga faktor yang menyebabkan laut terlihat warna merah yaitu berasal dari gunung kaya mineral yang disekitarnya berwarna merah.

Mengapa Air Laut Asin ?
              Selain warna laut, rasa asin pada air laut juga sering menjadi pertanyaan bagi setiap orang. Dan adapun beberapa alasan yang mampu menjawab pertanyaan dari mana asal rasa asin yang terkandung pada air laut, yakni sebagai berikut :
Sesungguhnya laut mengandung berbagai macam  garam mineral, misalnya: Calcium, Magnesium, Sodium, Potasium, Bikarbonat, Chlorida, Sulfat, dan Bromida. Secara rata-rata, air laut mengandung garam sebanyak 35 o/oo. Artinya, setiap 1000 kilgram air laut mengandung 35 kilogram garam. Garam-garaman ini semuanya berasal dari kulit bumi. Adapun tiga peristiwa yang mampu mengantarkan mineral ke laut yaitu :
1.  Peristiwa erosi, hujan, dan aliran sungai memisahkan sejumlah mineral yang ada di dalam tanah atau bebatuan dan membawanya ke laut.
2. Peristiwa letusan gunung berapi juga dapat menghasilkan garam. Air hujan akan membawa ke laut sebagian mineral yang terkandung di dalam lava.
3.   Peristiwa pengikisan dasar laut juga dapat menghasilkan garam.
Kandungan garam yang sebanyak sekarang ini, merupakan tumpukan hasil ketiga proses itu dalam kurun waktu ribuan tahun. 

DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar